sofsports

Sepakbola bukan sekedar olahraga apalagi permainan, namun melibatkan banyak hal, semangat, kebersamaan dan begitu banyak perasaan.

powerd by Unagiimo Project

Apa Kabar Pemain SAD Generasi Pertama? Kini Hanya 10 Pemain Yang Mampu Bermain di Level Atas

Kategori

Jika anda pernah mengenal progam pembinaan sepakbola yang didanai oleh Nirwan Bakrie tahun 2008 bernama SAD, anda mungkin pernah punya harapan yang sama dengan saya, kelak para alumninya akan melahirkan timnas yang berkelas dunia. Selanjutnya SAD generasi pertama yang menimba ilmu di Uruguay selama 4 tahun (2008-2011), akhirnya beberapa diantaranya bermain di klub luar negeri.

Cerita dan harapan manis pun berubah, mulai tahun 2015 tak ada satupun pemain yang bertahan di luar, bahkan saat ini hanya ada 10 pemain yang mampu bermain di level teratas Liga Indonesia.

Beriku 10 alumni SAD generasi pertama yang akan bermain di level A kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 :

1. Syamsir Alam


symsr

Dia adalah roh tim SAD saat itu, pemberitaan media tentangnya begitu besar, namun selepas dari SAD, dia gagal bersaing menjadi pemain utama di berbagai klub dan gagal lolos seleksi timnas Sea Games 2011 dan 2013. Pemain yang mendapat julukan Cristiano Ronaldo-nya Indonesia ini belakangan lebih dikenal di dunia infotainmen daripada prestasi sepakbola, karena gosip kedekatannya dengan Tyas Mirasih, Anggita Sari dan Picci Ramlan (keponakan Olla Ramlan).

Musim ini pemain yang pernah memperkuat Makassar FC di Piala Dunia U-11 Danone (2003), siap bersinar lagi bersama Persiba Balikpapan di TSC 2016.
Karir :
2008-2010...Deportivo Indonesia (SAD)
2010-2011...Atletico Penarol, Uruguay
2011-2012...CS Vise, Belgia
2013         ...DC United, Amerika Serikat
2013-2014...Sriwijaya FC
2014-2015...Pelita Bandung Raya
2016-        ...Persiba Balikpapan

2. Alfin Tuasalamony



Saat bermain bersama CS Vise di Belgia, dia sempat diminati oleh Benfica Portugal, Vicenza dan Bologna (Italia), hal ini menunjukkan kualitas bek kanan asal Maluku ini. Berbarengan dengan bergabungnya dia di timnas Sea Games 2013, Alfin lebih memilih klub Indonesia, Persebaya.

Patah kaki kiri akibat ditabrak mobil yang dialami pada april 2015 menghancurkan segalanya, dia divonis 1 tahun harus istirahat dari sepakbola.
Setelah satu tahun berlalu, Alfin berharap mampu kembali ke performa terbaiknya bersama Pusamania Borneo FC di TSC 2016.

Karir :
2008-2010...Deportivo Indonesia (SAD)
2011-2012...CS Vise, Belgia
2013         ...Persebaya Surabaya
2014-2015...Persija Jakarta
2016-        ...Pusamania Borneo FC

3. Zainal Haq


zae

Bersama Syamsir Alam tahun 2010 dia dipinjamkan ke Atletico Penarol, pemain asal Sidoarjo ini mampu menjadi pilihan utama dan sempat ditawari kontrak permanen, namun cidera kemudian mengubah segalanya, kontrak tetap urung didapat dan selepas cidera dia gagal kembali ke performa terbaik.

Di TSC 2016, gelandang tangguh ini akan berkostum Persela Lamongan, klub yang dia bela sejak 2014.

Karir :
2008-2010...Deportivo Indonesia (SAD)
2010-2012...Atletico Penarol, Uruguay
2013         ...CS Vise, Belgia
2013-2014...Persebaya Surabaya
2014-        ...Persela Lamongan

4. Yandi Sofyan Munawar



Adik kandung mantan striker timnas Zaenal Arif ini punya tipe permainan yang sama dengan kakaknya, mengandalkan skill dan kecepatan.

Bermain di Persib di TSC 2016 adalah kebanggaan sekaligus beban, namun striker timnas Sea Games 2013, 2015 dan Asian Games 2014 ini ingin menunjukkan bahwa kualitasnya tak kalah dengan sang kakak.

Karir :
2008-2010...Deportivo Indonesia (SAD)
2011-2012...CS Vise, Belgia
2013-2014...Arema Cronus
2014         ...Brisbane Roar, Australia
2015-        ...Persib Bandung

5. Dimas Galih

Saat di Uruguay dia bukan pilihan utama, namun ternyata kini karirnya lebih bagus dari kiper utama SAD kala itu, Tri Windu Anggono. Penjaga gawang asal Surabaya yang gagal lolos timnas Asian Games 2014 dan Sea Games 2015 ini akan menjadi pilihan utama PSM Makassar di TSC 2016.

Karir :
2008-2009...Deportivo Indonesia (SAD)
2009-2013...Persebaya
2014         ...Persijap Jepara
2015-        ...PSM Makassar

6. Novri Setiawan



Posturnya yang kecil membuat anggota timnas Asian Games 2014 ini begitu lincah. Awalnya berposisi sebagai penyerang, namun kini dia mampu bermain baik sebagai bek kanan dan gelandang. Di TSC 2016 Novri memilih bertahan bersama Persija Jakarta, meskipun dikabarkan Barito Putera berusaha merekrutnya.

Karir :
2008-2011...Deportivo Indonesia (SAD)
2011-2012...Persepar Padang Pariaman
2013         ...Sriwijaya FC
2013-2014...Persebaya Surabaya
2014-        ...Persija Jakarta

7. Vava Mario Yagalo

Pemain timnas Sea Games 2015 ini punya kemiripan dengan Novri Setiawan, sama-sama seorang penyerang yang kini bisa bermain sebagai bek kanan dan gelandang. Mulai 2013 mereka selalu membela klub yang sama, termasuk kembali tampil bersama Persija Jakarta di TSC 2016.

Karir :
2009-2012...Deportivo Indonesia (SAD)
2013         ...Sriwijaya FC
2013-2014...Persebaya Surabaya
2014-        ...Persija Jakarta

8. Rizky Pellu




Sempat terpuruk, pemain timnas Sea Games 2013 dan Asian Games 2014 ini kembali bangkit bersama PBR dan membawa klub asal Bandung itu lolos ke 8 besar ISL 2014. Gelandang bertenaga kuda ini memutuskan akan berseragam PSM Makassar di TSC 2016, setelah berhasil membawa Mitra Kukar menjadi juara piala Jenderal Sudirman.

Karir :
2009-2011...Deportivo Indonesia (SAD)
2012         ...Persis Solo IPL
2013-2015...Pelita Bandung Raya
2015-2016...Mitra Kukar
2016-        ...PSM Makassar

9. Manahati Lestusen


mnht

Ulet dan pekerja keras adalah tipe permainan yang dimiliki bek yang kini bertransformasi menjadi gelandang petarung. Anggota timnas Sea Games 2013, 2015 dan Asian Games 2014 ini telah resmi menjadi anggota TNI maka sudah seharusnya pemain asal Ambon ini akan memperkuat PS TNI di TSC 2016.

Karir :
2010-2012...Deportivo Indonesia (SAD)
2012         ...Atletico Penarol, Uruguay
2013         ...CS Vise, Belgia
2013-2014...Persebaya Surabaya
2015-        ...PS TNI

10. M Arsyad



Dia hanya 1 tahun bergabung dengan SAD di tahun 2010, karena periode selanjutnya harus tercoret, namun siapa sangka nasibnya justru lebih baik dari rekan-rekannya yang bahkan 4 tahun bersama tim SAD.

Setelah menjalani pendidikan tentara, pemain yang gagal lolos seleksi timnas U-23 Sea Games ini berpeluang berjuang bersama PS TNI di TSC 2016.

Karir :
2010         ...Deportivo Indonesia (SAD)
2011         ...Persisam Samarinda
2012-2014...Pelita Bandung Raya
2015-        ...PS TNI    



  • Bambang Pamungkas Akhirnya Resmi Gabung Persija di Torabika Soccer Championship 2016

    Kategori

    Bambang Pamungkas (@bepelovers20)

    Dia adalah satu-satunya pemain Persija generasi emas saat terakhir menjuarai Liga Indonesia tahun 2001 yang masih aktif bermain. Sang kapten, bintang dan legenda hidup Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe) akhirnya memutuskan kembali ke Persija setelah beberapa turnamen dia memilih absen. Seperti diketahui sebelumnya Bepe sempat ingin berhenti dulu bermain karena konflik PSSI dengan MENPORA yang tak kunjung selesai dan membuat Liga Indonesia berhenti bergulir.
    Persija2001

    Pemain kelahiran Salatiga 35 tahun yang lalu ini terakhir kali membela Persija di Piala Presiden 2015, dan memutuskan absen di Piala Guberbernur Kaltim serta Pia
    la Bhayangkara. Hal ini tak lepas dari kurang setujunya dia akan turnamen demi turnamen yang digelar, tanpa adanya kepastian akan bergulirnya Liga Indonesia.

    Pertama kali terlihat hadir di Lapangan Villa 2000, Tangerang, Senin (25/4/2016). Pemain yang sangat disegani hampir seluruh penggiat sepakbola Indonesia ini dipastikan resmi bergabung dengan Persija untuk kompetisi Torabika Soccer Championship 2016. sebuah berita bagus tentunya untuk para pendukung Persija (The Jack Mania) dan penggemar sepakbola Indonesia tentunya, dapat melihat kiprahnya kembali.

    Meskipun vakum Bepe berlatih sendiri selama masa vakum. Pelatih Persija, Camargo menganggapnya cukup lama tak bermain di kompetisi besar dan baru bergabung menjadi alasan kuat untuk baru menurunkannya saat melawan Semen Padang, Minggu (8/5/2016) nanti.

    Bersamaan dengan bergabungnya Bepe, Persija juga harus merelakan kepergian beberapa pemain, yaitu pemain muda potensial Pandi Lestaluhu ke PS TNI dan Rafael Dos Santos Lima yang tidak lolos tes medis.




  • Saat Brand Rokok Tak Lagi Merajai Sepakbola, ISC Berubah Menjadi Torabika Soccer Championship 2016

    Kategori


    Brand rokok selama beberapa dekade tak bisa dipisahkan dari dunia sepakbola Indonesia, namun mulai terkikis beberapa tahun terakhir. Merk-merk yang selama ini hanya menjadi sponsor kedua akhirnya berani menggeser kedigdayaan brand rokok sebagai sponsor utama, mulai dari Bank, minuman suplemen dan yang terbaru adalah kopi Torabika.

    Kopi Torabika memang sedang giat melakukan manuver untuk mensejajarkan diri dengan kopi Kapal Api sebagai brand kopi nomor 1 di Indonesia, mulai dengan semakin seringnya iklan Torabika tayang di berbagai stasiun televisi, dan menjadi mitra utama program D'Academi 3 di Indosiar sebagai acara musik paling laris saat ini.

    Di bidang sepakbola, kesuksesannya dalam Torabika Bhayangkara Cup menjadi pemicu untuk menjadi sponsor utama pergelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, bahkan kini berubah nama menjadi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Semoga ini menjadi sinyal positif kebangkitan sepakbola Indonesia, bahwa seharusnya olahraga didampingi oleh brand yang tidak memberikan image buruk bagi penggiat dan pecintanya.

    Kompetisi TSC 2016 adalah pengganti QNB League 2015 yang berhenti akibat konflik PSSI dengan MENPORA. Sebagai liga nomor satu tahun 2016 tentu hal ini sangat dinantikan oleh pecinta sepakbola Indonesia. Karena konflik belum reda, TSC 2016 memastikan kompetisi ini tidak mengenal sistem promosi-degradasi.

    Berbagai turnamen pengisi jeda kompetisi utama silih berganti hadir, namun tentu saja tidak mampu menyamai meriahnya kompetisi utama, karena tidak mengakomodir tampilnya seluruh klub terbaik Indonesia. TSC 2016 A akan diikuti 18 klub peserta liga kasta tertinggi Indonesia sebelumnya yaitu QNB League 2015, namun ada 2 klub yang akan berganti nama karena adanya akuisisi kepemilikan klub, yaitu Persipasi Bekasi Raya menjadi Madura United dan Persiram Raja Ampat menjadi PS TNI, hal ini lumrah terjadi di Indonesia seperti saat Persijatim Solo FC diakuisisi oleh Palembang menjadi Sriwijaya FC.

    Berikut daftar klub Peserta Torabika Soccer Championship 2016 :
    1. Semen Padang (Padang)
    2. Sriwijaya FC (Palembang)
    3. Persija (Jakarta)
    4. PS TNI
    5. Persib (Bandung)
    6. Surabaya United Bhayangkara (Surabaya)
    7. Persegres Gresik United (Gresik)
    8. Arema Cronus (Malang)
    9. Persela (Lamongan)
    10. Madura United (Madura)
    11. Bali United (Bali)
    12. Barito Putera (Banjarmasin)
    13. Pusamania Borneo FC (Samarinda)
    14. Persiba (Balikpapan)
    15. Mitra Kukar (Kutai Kartanegara)
    16. PSM (Makassar)
    17. Persipura (Jayapura)
    18. Perseru (Serui)